kucing lucu....

kucing lucu....

Kamis, 19 April 2012

PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP PADA SISTEM SAWAH TRADISIONAL

v  Gambaran Umum Sawah
Sawah adalah sebidang lahan yang biasa ditanami padi dengan menggunakan sistem pengairan.
Sistem sawah dan ladang sama-sama melakukan budidaya tanam padi,namun sistem sawah berbeda dengan sistem ladang berotasi.

Perbedaan Sistem Sawah dan Sistem Ladang Berotasi
Keterangan
Sistem sawah
Sistem ladang berotasi
Ukuran dan relief bentang alam
Ukuran luas, dibuat petak-petak dan di dataran tinggi dibuat sengkedan-sengkedan.

Ukuran luas, terletak didaerah datar/miring, tanpa ada sengkedan-sengkedan

Keanekaan tanaman
Keanekaan tanaman rendah, lebih didominasi tanaman padi

Keanekaan tanaman tinggi, selain tanaman padi biasa di campur dengan tanaman lain

Rotasi
Umumnya tanpa rotasi

Dengan sistem rotasi, seperti digarap dan diberakan

Irigasi
Utamanya menggunakan irigasi

Tidak menggunakan irigasi

Pemeliharaan
Sangat tinggi dalam hal curahan tenaga kerja, pemberian pupuk, pestisida, pemberian air

Agak rendah, hanya bentuk curahan tenaga kerja

Panen
Panen padi teratur setiap 3 – 3,5 bulan setiap tahun

Panen padi teratur tiap 5- 6 bulan, tanaman non padi dapat sepanjang tahun.

Fungsi
Padi untuk subsisten, dan  hasil lebihnya biasa di jual

Padi lebih utama untuk subsisten, hasil- hasil non padi biasa di jual.



v  Pemilikan atau penguasaan sawah
Status pemilikan / penguasaan sawah oleh keluarga petani secara umum dapat dibedakan atas 4 bagian besar yaitu :
q  Milik sendiri  diperoleh dari warisan orangtua/ membeli
q  Menyewa menggunakan uang tunai dengan besar dan lamanya sewa sesuai perjanjian.
q  Bagi hasil dapat bervariasi, antara lain: maro/nengah dan mertelu
q  Gadai meminjam sejumlah uang dengan jaminan lahan sawah.

v  Musim penggarapan sawah
Pada umumnya musim penggarapan di Jawa Barat dikenal dua musim utama, yaitu :
Ø   musim ngijih / musim rendeng  ( november- maret )
pada umumnya bertanam padi dilakukan pada bulan oktober / november dan panen pada bulan januari/ februari.
Ø   musim halodo/ musim katiga  ( mei- oktober )
 penanaman padi pada bulan februari/ maret dan panen padi pada bulan mei/ juni.

v  Sistem sawah tradisional
Cara budidaya padi yang dimulai dari pengolahan lahan,Pemupukan, hingga penanggulangan serangan hama, sama sekali tidak menggunakan bahan- bahan kimia.
kelebihan pertanian organik
ü  Tidak menggunakan pupuk atau pestisida bahan kimia
ü  Tanaman organik mempunyai rasa lebih manis
ü  Produk tanaman organik harganya lebih mahal
Kekurangannya :
ü  Kebutuhan tenaga yang diperlukan lebih banyak terutama untuk pengendalian hama dan penyakit.
Bentuk fisik tanaman organik kurang bagus, seperti berukuran kecil, dan daun berlubang-lubang.
Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda-beda. Kebutuhan tersebut dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu
q  Makro : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Karbon (C), Hydrogen (H), dan Oksigen (O).
q  Sedang : Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Belerang (S).
q  Mikro : besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), Mangaan (Mn), Boron (Br), Molibdenum (Mo), Klor (Ch), Kobalt (Co), dan Silisium (Si

v  Sistem budidaya yang dikenal di Indonesia
o   Bertanam padi di sawah tadah hujan
Penggarapan bertanam padi di sawah tadah hujan ini digarap secara “basahan” yaitu menunggu sampai musim hujan tiba dan dalam proses penanaman padi ini memakai bibit persemaian.
Dalam penanaman padi sawah tadah hujan ini untuk menanam dan selama hidupnya membutuhkan air hujan cukup.
Potensi STH di Indonesia cukup luas tersebar di propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan NTB.
o   Bertanam padi gogoh rancah
Padi gogo rancah ini tidak banyak memerlukan air hujan, pada permulaan selama 30 atau 40 hari. Hidup padi ini keringan bahkan bila kebanyakan air hujan, maka air tersebut harus dibuang.
o   Bertanam padi sawah tanpa olah tanah
Secara umum kegiatan bertanam padi sawah tanpa olah tanah ini dapat diartikan sebagai penanaman padi di lahan sawah yang persiapan lahannya tanpa pengolahan tanah dan pelumpuran, tetapi cukup dengan bantuan herbisida dalam mengendalikan gulma dan singgangnya.
Bibit padi dari persemaian dapat langsung ditanam pada tanah tanpa olah yang sudah lunak karena digenang terlebih dahulu.

v  Proses budidaya padi organik
§  Penyeleksian benih padi
§  membuat perbenihan dan mencangkul
§  Menyiapkan benih padi
§  Mencangkul ulang
§  Tanam padi
§  Penyiangan padi
§  Panen padi

v  Masalah-masalah Yang Timbul Pada Ekosistem Sawah
1. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya perubahan tanah menjadi kering dan keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang sangat besar yang terdapat di dalam tanah.
2. Hama
Dalam ekosistem sawah, masalah yang sering terjadi adalah banyaknya hama yang mengganggu atau merusak tanaman yang berfungsi sebagai produsen.
3. Cuaca atau iklim
Ketika musim hujan, hama tikus akan semakin banyak sehingga produksi tanaman padi akan semakin menurun. Ketika musim panas, tanah sawah akan menjadi retak-retak sehingga tanaman padi banyak yang mati karena kekurangan air.
4. Pencemaran air
Air sangat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman dan hewan yang terdapat pada ekosistem sawah. Tidak sedikit lahan persawahan yang memanfaatkan sistem irigasi yang telah tercemari oleh limbah-limbah pabrik-pabrik.

v  Upaya-Upaya Mengatasi Masalah-Masalah Pada Ekosistem Sawah
*      Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan
*      diperlukan penegakan hukum secara adil dan konsisten.
*      Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap terhadap pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
*      Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap dapat dilakukan dengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi.
*      Mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan global.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar