ADMINISTRASI PENDIDIKAN
MAKALAH
Diajukan untuk
Memenuhi Salah satu Tugas
Mata Kuliah
Profesi Kependidikan
Oleh
FITRIA
MILA
NENENG
RANI MARLINA
SRI MULYATI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
MATEMATIKA
PENDIDIKAN
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
ISLAM NUSANTARA
BANDUNG
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Makalah yang berjudul Administrasi Pendidikan. Penulis susun sebagai usaha
untuk memberikan informasi tentang bagaimana administrasi dalam dunia
pendidikan.
Melalui upaya pendidikan, mari kita
melangkah menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkualitas yang dapat
bersaing pada tingkat global. Dalam penyusunan Makalah ini, penyusun sudah berusaha semaksimal
mungkin untuk mencapai hasil yang memuaskan. Namun inilah kenyataannya,
penyusun menyadari akan keterbatasan kemampuan, sehingga penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik
dan saran yang konstruktif sangat penulis harapkan demi perbaikan makalah ini.
Semoga makalah ini berguna bagi kita semua. Amin.
Bandung,
30 Oktober 2011
Penulis,
DAFTAR ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR
ISI ................................................................................................ ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 2
1.3 Tujuan Penulisan .......................................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan ....................................................................... 3
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Administrasi
Pendidikan ........................................... 4-6
2.2 Dasar- Dasar Administrasi
Pendidikan ....................................... 7-10
2.3 Tujuan Administrasi Pendidikan ................................................. 10-11
2.4 Fungsi Administrasi Pendidikan ................................................. 11-20
2.5 Ruang Lingkup Administrasi
Pendidikan ................................... 20-22
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................. 23
3.2 Saran ............................................................................................ 23
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................... 24
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Administrasi pendidikan
merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan
oleh semua pihak yang ada sangkut pautnya dengan tugas-tugas pendidikan.
Adiministrasi pendidikan mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, seperti kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan khususnya dalam
bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah. Pada dasarnya
administrasi pendidikan bukan hanya sekedar kegiatan tata usaha seperti yang
dilakukan di kantor-kantor tata usaha yang terdapat di sekolah-sekolah maupun
kantor invasi pendidikan yang lainnya. Namun pada hakekatnya administrasi
pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah atau
tempat pendidikan yang lain dengan harapan tercapainya tujuan pendidikan di
tempat-tempat penyelenggaraan pendidikan tersebut.
Secara singkat dapat dikatakan
bahwa administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari
segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah dan
penyelenggaraan pendidikan. Menurut pakar pendidikan, administrasi pendidikan
merupakan segenap proses pengarahan dan pengintregasian atau pengerucutan
segala sesuatu baik yang bersifat personal, sepiritual maupun material yang
kesemuanya itu memiliki sangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Selanjutnya
apa yang ada dalam lingkungan pendidikan tersebut kesemuanya diintregasikan dan
dikoordinir serta di organisisr secara efektif termasuk segala materi yang
diperlukan untuk dapat dimanfaatkan secara efisien.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah penulis
uraikan di atas, maka untuk mendapatkan kejelasan suatu karya tulis dan tujuan
pembahasan yang hendak dicapai sehingga penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan
sebagai berikut :
1. Apa
pengertian administrasi pendidikan?
2. Apa
dasar-dasar administrasi pendidikan ?
3. Bagaimana
tujuan administrasi pendidikan ?
4. Bagaimana
fungsi administrasi pendidikan ?
5. Bagaimana
ruang lingkup administrasi pendidikan?
1.3
Tujuan Penulisan
Setiap aktivitas manusia senantiasa diiringi dengan
suatu harapan sebagai kerangka landasan untuk melangkah lebih jauh dalam
membiasakan sesuatu, termasuk membuat dan menulis suatu karya tulis yang
bermutu atau berguna. Harapan tersebut terkadang manifestasikan yang pada
akhirnya dalam suatu tujuan, demikian halnya dengan penulisan karya tulis
ini yang sasaran utamanya adalah :
1. Untuk
mengetahui pengertian administrasi pendidikan
2. Menjelaskan
dasar - dasar administrasi pendidikan
3. Menjelaskan
tujuan administrasi pendidikan
4. Menjelaskan
fungsi administrasi pendidikan
5. Untuk
mengetahui ruang lingkup administrasi pendidikan
1.4
Manfaat
Penulisan
Untuk menambah pengetahuan dan
wawasan bagi penulis khususnya dan kepada pembaca pada umumnya, serta menambah
pemahaman terhadap fungsi dan manfaat administrasi pendidikan, agar kelak
penulis terjun ke dunia pendidikan dalam hal ini sebagai seorang pendidik.
2
Hasil penulisan ini diharapkan menjadi bahan bacaan
dalam rangka meningkatkan efektifitas belajar mengajar guna memperoleh hasil
yang baik dan mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan bersama.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Administrasi pendidikan
Administrasi pendidikan tersusun dari dua kata
yakni administrasi dan pendidikan. Secara etimologi kata administrasi berasal
dari bahasa Latin yaitu “ad” yang berarti kepada dan “ministro”
yang berarti melayani. Secara garis besar dan bebas kata administrasi dapat
diartikan dengan pengabdian atau pelayanan terhadap suatu objek tertentu. Secara
istilah Administrasi adalah upaya pencapaian tujuan secara efektif dan efisien
dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Di dalam pengertian
tersebut, kata efektif merujuk kepada hal yang telah menjadi tujuan dan
dihasilkan adalah sama dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan kata
efisien merujuk pada penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya, dana, material,
tenaga dan waktu secara ekonomis.
Sedangkan kata pendidikan menurut Abdurrahman
An-Nahlawi (1998) adalah proses yang mempunyai tujuan, sasaran, dan objek.
Abdurahman An-Nahlawi juga memeberikan gambaran tentang pendidikan sebagai
berikut :
- secara mutlak, pendidik yang sebenarnya adalah Allah, pencipta fitrah dan pemberi berbagai potensi;
- pendidikan menurut adanya langkah-langkah yang secara bertahap harus dilalui oleh berbagai kegiatan pendidikan dan pengajaran, sesuai dengan urutan yang telah disusun secara sistematis.
- Kerja pendidikan harus mengikuti aturan penciptaan dan pengadaan yang dilakukan Allah, sebagaimana harus mengikuti syara’ dan din Allah.
Mengacu pada gambaran-gambaran tersebut, bahwa
pendidikana adalah suatu proses yaitu suatu rangkaian kegiatan yang menuju pada
suatu hasil tertentu. Kegiatan atau perbuatan tersebut bisa berupa sesuatu yang
nampak atau tidak nampak. Pada dasarnya pendidikan adalah suatu yang tidak
nampak namun pada
kenyataannya sesuatu yang kita kerjakan dalam
pendidikan hampir semuanya adalah hal-hal yang bersifat formal, dalam artian
bahwa perbuatan yang dilakukan tersebut terjadi dengan sengaja dan memiliki
tujuan.
Dalam pendidikan terjadi dua proses, yaitu proses
pendidikan atau yang sering disebut dengan proses teknik dan proses non
pendidikan atau yang sering disebut dengan proses non teknik. An-Nahlawi
mengatakan bahwa proses pendidikan adalah pengembangan pengembangan kepribadian
manusia.
Dari kedua pengertian tentang administrasi dan
pendidikan di atas, terdapat beberapa pengertian administrasi pendidikan dan
beberapa pendapat dari para ahli pendidikan mengenai pengertan administrasi
pendidikan, diantaranya :
- Jesse B. Sears (1950 : The Nature of Administration Process), administrasi pendidikan adalah sebuah proses yang didalamnya terdapat aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian dan pengendalian.
- Drs. M. Ngalim Parwanto (1997 : Administrasi Pendidikan), administrasi pendidikan adalah segenap proses pengarahan dan pengitregasian segala sesuatu baik yang personel, sepititual dan material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meiliputi perencanaa, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun sepiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
- Administrasi pendidikan ialah suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan.
- Administrasi pendidikan adalah semua kegiatan sekolah dari yang meliputi usaha-usaha besar seperti perumusan polis, pengarahan usaha, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol dan seterusnya, sampai kepada usaha-usaha kecil dan sederhana seperti menjaga sekolah, menyapu halaman dan sebagainya.
Mengacu pada beberapa pengertian di atas, maka
perlu ditegaskan bahwa :
- Administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut-pautnya dengan tugas-tugas pendidikan.
- Administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang meliputi : kegiatan perencanaan, pengoganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
- Administrasi pendidikan bukan hanya sekedar kegiatan “tata usaha” seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah maupun kantor-kantor invasi pendidikan lainnya.
Mencakup beberapa pengertian di atas, secara
sederhana dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan adalah suatu ilmu
tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan
di sekolah tersebut. Singkatnya, administrasi pendidikan adalah pembinaan,
pengawasan, dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan
urusan-urusan sekolah.
2.2 Dasar-Dasar
Administrasi Pendidikan
Suatu administrasi pendidikan akan dapat berjalan
dengan baik dan berhasil mencapai tujuan apabila memiliki dasar-dasar yang
tepat. Dasar dalam hal ini pada hakekatnya adalah suatu kebenaran yang bersifat
fundamental yang dapat dijadikan pedoman dan landasan yang tepat untuk
bertindak. Dalam lingkup dunia pendidikan, dasar dalam administrasi pendidikan
digunakan untuk menjadi acuan dan pedoman bagi seorang administrator untuk
mendapatkan sukses dalam tugasnya. Dalam lingkup administrasi pendidikan
terdapat banyak sekali dasar-dasar, antara lain :
1. Prinsip
Efisiensi
Seorang
administrator akan berhasil mendapatkan kesuksesan bila mana seoarang
administrator tersebut mampu menggunakan sember daya atau sumber tenaga dan
fasilitas yang ada secara efisien.
2. Prinsip
Pengelolaan
Seorang
administrator akan mendapatkan hasil yang efektif dan efisien, yakni hasil yang
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya dari semua sumber daya dan
fasilitas yang ada apa bila ia melakukan pekerjaan manajemen, yakni
merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengontrol semua kegiatan
dalam proses pencapaian tujuan pendidikan.
3. Prinsip
Pengutamaan Tugas Penglolaan
Prinsip
pengutamaan ini pada dasarnya penghindaran diri seorang administrator
dari hal-hal yang cenderung bersifat negatif dalam melakukan administrasi
pendidikan. Misalnya bila suatu pekerjaan yang bersifat manajemen dan pekerjaan
yang bersifat operatif dilakukan secara bersamaan maka seorang administrator
akan cenderung melakukan hal-hal yang bersifat operatif. Hal ini lah yang harus
dihindari oleh seorang adiministrator, karena prinsip ini berimplikasi pada
taraf suatu penorganisasian dalam organisasi, semakin rendah taraf organisasi
yang dimiliki maka akan semakin banyak kegiatan operatif yang dilakukan oleh
seorang administrator.
4. Prinsip
Kepemimpinan yang Efektif
Seorang
administrator akan berhasil dengan baik jika ia menggunakan prinsip
kepemimpinan yang efektif, yakni kepemimpinan yang memperhatikan
dimensi-dimensi hubungan antar manusia (Human Relationship), dimensi
pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi yang ada. Dalam prinsip ini,
ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang administrator untuk
mencapai keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya, antara lain:
o seorang
pemimpin harus mempunyai hubungan yang baik dengan bawahannya, dalam artian dia
harus mengenal bawahannya sehingga terjalin hubungan yang baik antara atasan
dengan bawahannya;
o pengawasan
terhadap penyelesaian tugas dari setiap anggota dalam oarganisasi sesuai dengan
pertelaan tugas, dalam artian jangan hanya karna mementingkan hubungan baik
antara atasan dengan bawahan, seorang pemimpin mengabaikan terselesaikannya
pekerjaan dengan baik yang dilakukan oleh anggotanya dan sebaliknya, jangan
sampai terlalu mementingkan kewajiban kerja sampai-sampai melupakan
kepentingan pribadi setiap anggota organisasi.
o seorang
administrator harus memiliki gaya kepemimpinan yang tepat, yakni mampu
memperhitungkan taraf kematangan pada anggota organisasi dan situasi yang ada,
misal seorang administrator menemukan tidak adanya gairah pada setiap diri pekerja,
maka dalam hal ini seorang administrator harus mampu membangkitkan gairah
setiap pekerjanya untuk penyelesaian tugas yang baik.
5. Prinsip
Kerjasama
Seorang
administrator akan berhasil dengan baik jika ia mampu mengembangkan kerjasama
yang baik diantara setiap orang yang terlibat dalam organisasinya tersebut baik
secara vertikal maupun horizontal.
Dalam kegiatan administrasi pendidikan terdapat dua
azas penting yang dapat diterapkan, antara lain :
1. Azas Idiil
Pelaksanaan
administrasi pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang
dianut. Di Indonesia, sistem pendidikan yang digunakan adalah sistem pendidikan
pancasila, yakni sistem pendidikan yang berdasar pada pancasila dan UUD 1945.
Karena pada dasarnya administrasi pendidikan adalah sub sistem dari sistem
pendidikan secara luas, maka landasan idiil yang harus digunakan di dalamnya
harus berlandaskan pancasila dan UUD 1945.
2. Azas
Operasiona atau Prinsip
Untuk
mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah tercantum dalam Garis-garis Besar
Haluan Negara (GBHN), sistem pendidikan sekolah di Indonesia telah
mengalami pembaharuan. Upaya pembaharuan ini tadak lain dilakukan untuk
meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. Bentuk pembaharuan ini
tercantum dalam bentuk kurikulum 1975, dan kurikulum inilah yang menjadi
landasan operasional dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Dalam
kurikulum 1975 ini di landasi oleh lima prinsip yang menjadi landasan
operasional jalannya administrasi pendidikan di sekolah, yakni :
1)
Prinsip fleksibilitas, yakni dalam pelakasanaan
administrasi pendidikan di sekolah harus dilakukan dengan mengingat
faktor-faktor dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya
proses pendidikan di sekolah.
2)
Prinsip efisien dan efektivitas, yakni tidak hanya
penggunaan waktu dengan tepat, melainkan juga pendayagunaan tenaga secara
tepat.
3)
Prinsip Berorientasi dan tujuan, sesuai dengan sistem
maka semua kegiatan pendidikan harus berorientasi pada tujuan, dalam artian
tujuan pendidikan yang telah dirumuskan menjadi gantungan orientasi bagi
pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah.
4)
Prinsip kontinuitas, terdapat hubungan kelanjutan di
setiap jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan pendidikan sebelumnya.
Misalnya pendidikan di sekolah dasar berbeda dengan pendidikan di sekolah
menengah pertama, tetapi masih terdapat hubungan hierarkinya.
5)
Prinsip pendidikan seumur hidup, prinsip ini berarti
setiap manusia Indonesia harus tetap berkembang sepanjang hidupnya.
Tujuan
Administrasi Pendidikan
Secara umum, yakni bila ditinjau dari prinsip-prinsip
dan azas administrasi pendidikan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk
tercapainya tujuan pendidikan. Sergiovanni dan Carver (1975), merumuskan
terdapat empat tujuan administrasi, yaitu : efektivitas produksi, efisiensi,
kemampuan menyesuaikan diri, dan kepuasan kerja. Keempat tujuan tersebut dapat
digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan
sekolah.Dalam sebuah lembaga atau sekolah, administrasi pendidikan merupakan subsistem
dalam sistem pendidikan sekolah. Tujuan administrasi pendidikan adalah berusaha
untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut.
Secara
khusus administrasi pendidikan di sekolah adalah untuk mempersiapkan situasi di
sekolah agar pendidikan dan pengajaran di dalamnya berlangsung dengan baik.
Sehingga dapat dirumuskan bahwa tujuan administrasi pendidikan di sekolah
adalah :
- Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki pengetahuan dan pengertian dasar, mengenai hak dan kewajiban sebagai manusia Pancasila sesuai dengan ketetapan MPRS No. IV/ 1973 dan berbuat selaras dengan pengertian itu.
- Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus yang merupakan bekal untuk hidupnya dalam masyarakat. Dan dengan demikian dapat berdiri sendiri serta menyumbangkan kecakapannya bagi pembangunan masyarakat berpancasila.
- Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh serta keterampilan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi.
Secara singkat dapat dikatakan administrasi pendidikan
di sekolah bertujuan untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak-anak
memmpunyai pengetahua dasar yang kuat untuk melanjutkan pendidikan dan
mempunyai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup mandiri
dalam masyarakat serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia pancasila dengan
pengabdian untuk membangun manusia pancasila Indonesia.
2.4 Fungsi
Administrasi Pendidikan
Administrasi pendidikan merupakan aspek
yang penting dalam pendidikan. Administrasi pendidikan merupakan keseluruhan
proses yang diperlukan dalam penyelesaian pekerjaan-pekerjaan personil sekolah
untuk mendidik peserta didik. Jadi administrasi ini ditujukkan kepada
pendidikan peserta didik secara tidak langsung.
Selain memiliki tujuan, administrasi pendidikan juga mempunyai beberapa fungsi, yakni administrasi pendidikan memiliki fungsi sebagai (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) penyusunan, (4) pengarahan, (5) pengkoordinasian, (6) pelaporan, (7) penganggaran, (8) pergerakan, (9) pengawasan, dan (10) penilaian.
Selain memiliki tujuan, administrasi pendidikan juga mempunyai beberapa fungsi, yakni administrasi pendidikan memiliki fungsi sebagai (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) penyusunan, (4) pengarahan, (5) pengkoordinasian, (6) pelaporan, (7) penganggaran, (8) pergerakan, (9) pengawasan, dan (10) penilaian.
1)
Planning (perencanaan)
Adinistrasi dan manajemen membutuhka selalu diawali dengan funsgi perencanaan atau planning. Dalam tahap perencanaan ini administrator berkegiatan untuk merumuskan, memilih, dan menetapkan apa saja aktifitas-aktifitas sumber daya yang akan dilaksanakan dan mungkin yang akan digunakan dimasa datang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Hal ini menunjukan bahwa perencanaan sekolah adalah tuntunan-tuntunan, taksiran, pos-pos tujuan, dan letak-letak pedoman yang telah jadi komitmen dan pernyataan keputusan yang tidak dapat ditarik kembali, yang diatur dan disepakati secara bersama-sama oleh kepala sekolah dan staff personnel sekolah, berdasarkan periode waktu jangka pendek maupun jangka panjang.
Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. Terdapat sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:
1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan;
2. Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama;
3. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran;
4. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat;
5. Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi;
6. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi;
7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami;
8. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan
9. Menghemat waktu, usaha dan dana.
Selain itu dalam perencanaan terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, karena merencanakan sesuatu harus didasarkan atas pertimbangan tertentu dan sebuah perencanaan haruslah memiliki banyak manfaat, berikut adalah prinsip-prinsip dalam perencanaan:
1. Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan;
2. Perencanaan adalah suatu proses yang komprehensif;
3. Perencanaan hendaklah menghasilkan rencana yang fleksibel dan realistis;
4. Perencanaan harus berorientasi pada tujuan;
5. Perencanaan pendidikan harus memperhitungkan aspek-aspek kuantitatif dan kualitatif pendidikan;
6. Perencanaan pendidikan harus melahirkan rangkaian tindakan yang jelas, terarah, dan menurut prinsip efisiensi dan efektifitas; dan
7. Perencanaan pendidikan harus didasarkan pada identifikasi fenomena pendidikan yang sedang terjadi.
Adinistrasi dan manajemen membutuhka selalu diawali dengan funsgi perencanaan atau planning. Dalam tahap perencanaan ini administrator berkegiatan untuk merumuskan, memilih, dan menetapkan apa saja aktifitas-aktifitas sumber daya yang akan dilaksanakan dan mungkin yang akan digunakan dimasa datang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Hal ini menunjukan bahwa perencanaan sekolah adalah tuntunan-tuntunan, taksiran, pos-pos tujuan, dan letak-letak pedoman yang telah jadi komitmen dan pernyataan keputusan yang tidak dapat ditarik kembali, yang diatur dan disepakati secara bersama-sama oleh kepala sekolah dan staff personnel sekolah, berdasarkan periode waktu jangka pendek maupun jangka panjang.
Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. Terdapat sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:
1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan;
2. Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama;
3. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran;
4. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat;
5. Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi;
6. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi;
7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami;
8. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan
9. Menghemat waktu, usaha dan dana.
Selain itu dalam perencanaan terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, karena merencanakan sesuatu harus didasarkan atas pertimbangan tertentu dan sebuah perencanaan haruslah memiliki banyak manfaat, berikut adalah prinsip-prinsip dalam perencanaan:
1. Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan;
2. Perencanaan adalah suatu proses yang komprehensif;
3. Perencanaan hendaklah menghasilkan rencana yang fleksibel dan realistis;
4. Perencanaan harus berorientasi pada tujuan;
5. Perencanaan pendidikan harus memperhitungkan aspek-aspek kuantitatif dan kualitatif pendidikan;
6. Perencanaan pendidikan harus melahirkan rangkaian tindakan yang jelas, terarah, dan menurut prinsip efisiensi dan efektifitas; dan
7. Perencanaan pendidikan harus didasarkan pada identifikasi fenomena pendidikan yang sedang terjadi.
2)
Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan kegiatan dimana aktivitasnya berisi tentang menyusun dan membentuk hubungan kerja antar pribadi ataupun kelompok, sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam menempuh tujuan yang sudah ditetapkan.
Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai apa itu pengorganisasian,
- Koontz dkk. mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah penetapan sturuktur peranan internal dalam suatu lembaga yang terorganisasian secara formal. Pengorganisasian yang efektif dapat membagi habis (merata) dan menstrukturkan tugas-tugas ke dalam sub-sub komponen organisasi.
- Terry mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok, penentuan hubungan-hubungan pekerjaan di antara mereka dan pemberian lingkungan pekerjaan yang sepatutnya.
Menurut Sergiovanni, terdapat empat aspek penting ataupun empat syarat yang harus dipertimbangkan dalam pengorganisasian, yaitu:
1. Legitimasi (Legitimacy), memberikan respon dan tuntunan eksternal, yaitu sekolah mampu menampilkan performansi organisasi yang dapat mayakinkan pihak-pihak terkait akan kemampuan sekolah mencapai tujuan melakukan tindakan melalui sasaran.
2. Efisiensi (efficiency), pengakuan terhadap sekolah pada penggunaan waktu, uang, dan sumber daya sekolah.
3. Keefektifan (effectivitness) menggambarkan ketepatan pembagian tugas, hak, tanggung jawab, hubungan kerja bagian-bagian organisasi, dan menentukan personnel (guru dan non guru) melaksanakan tugasnya;
4. Keunggulan (excellent) menggambarkan kemampuan organisasi dan kepala sekolah melaksankan fungsi dan tugasnya sehingga dapat meningkatkan harga diri dan kualitas sekolah.
Pengorganisasian merupakan kegiatan dimana aktivitasnya berisi tentang menyusun dan membentuk hubungan kerja antar pribadi ataupun kelompok, sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam menempuh tujuan yang sudah ditetapkan.
Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai apa itu pengorganisasian,
- Koontz dkk. mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah penetapan sturuktur peranan internal dalam suatu lembaga yang terorganisasian secara formal. Pengorganisasian yang efektif dapat membagi habis (merata) dan menstrukturkan tugas-tugas ke dalam sub-sub komponen organisasi.
- Terry mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok, penentuan hubungan-hubungan pekerjaan di antara mereka dan pemberian lingkungan pekerjaan yang sepatutnya.
Menurut Sergiovanni, terdapat empat aspek penting ataupun empat syarat yang harus dipertimbangkan dalam pengorganisasian, yaitu:
1. Legitimasi (Legitimacy), memberikan respon dan tuntunan eksternal, yaitu sekolah mampu menampilkan performansi organisasi yang dapat mayakinkan pihak-pihak terkait akan kemampuan sekolah mencapai tujuan melakukan tindakan melalui sasaran.
2. Efisiensi (efficiency), pengakuan terhadap sekolah pada penggunaan waktu, uang, dan sumber daya sekolah.
3. Keefektifan (effectivitness) menggambarkan ketepatan pembagian tugas, hak, tanggung jawab, hubungan kerja bagian-bagian organisasi, dan menentukan personnel (guru dan non guru) melaksanakan tugasnya;
4. Keunggulan (excellent) menggambarkan kemampuan organisasi dan kepala sekolah melaksankan fungsi dan tugasnya sehingga dapat meningkatkan harga diri dan kualitas sekolah.
3)
Staffing (kepegawaian)
Kepegawaian adalah pengisian sesuatu bidang atau unit dengan personal yang akan melaksanakan tugas kegiatannya.
Dalam kepegawaian yang menjadi titik penekannya ialah personal itu sendiri. aktifitasnya yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain: menentukan, memilih, menempatkan, dan membimbing personnel.
Sebenarnya fungsi administrasi ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu diperhatikan.
Masalahnya selanjutnya yang perlu diperhatikan didalam kegiatan-kegiatan kepegawaian ialah pemberian motivasi kepada para pegawai agar selalu giat, kesejahteraan pegawai (jasmani maupun rohani), insentif dan penghargaan atas jasa-jasa mereka, konduite dan bimbingan untuk dapat lebih maju, adanya kesempatan meng-upgrade diri, masalah pemberhentian dan pension pegawai.
Kepegawaian adalah pengisian sesuatu bidang atau unit dengan personal yang akan melaksanakan tugas kegiatannya.
Dalam kepegawaian yang menjadi titik penekannya ialah personal itu sendiri. aktifitasnya yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain: menentukan, memilih, menempatkan, dan membimbing personnel.
Sebenarnya fungsi administrasi ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu diperhatikan.
Masalahnya selanjutnya yang perlu diperhatikan didalam kegiatan-kegiatan kepegawaian ialah pemberian motivasi kepada para pegawai agar selalu giat, kesejahteraan pegawai (jasmani maupun rohani), insentif dan penghargaan atas jasa-jasa mereka, konduite dan bimbingan untuk dapat lebih maju, adanya kesempatan meng-upgrade diri, masalah pemberhentian dan pension pegawai.
4)
Directing (pengarahan)
Suharsimi Arikunto memberikan definisi pengarahan sebagai penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terhadap pra petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.
Pengarahan (directing) merupakan pengarahan yang diberikan kepada anggota organisasi, sehingga mereka menjadi karyawan yang berpengerahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah ditetapkan organisasi. Directing juga mencakup kegiatan yang dirancang untuk memberikan orientasi kepada pegawai antara lain informasi tentang hubungan antar bagian, antar pribadi, kebijaksanaan, dan tujuan organisasi.
Hal yang penting didalam fungsi pengarahan ialah bagaimana kepemimpinan berperan besar untuk memotivasi dan tentu saja mengarahkan dan mendorong kepada setiap orang yang ia pimpin untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan kapasitasnya.
Pengarahan-pengarahan dapat berupa:
1. Penjelasan tentang apa, mengapa dan bagaimana tugas;
2. Urutan prioritas penyelesaian;
3. Prosedur kerja;
4. Sarana dan sumber yang dapat dirnanfaatkan;
5. Pihak-pihak yang berkait dengan urusannya, baik langsung maupun tidak langsung; dan
6. Bagaimana melakukan penilaian terhadap penyelesaian tugas tersebut.
Suharsimi Arikunto memberikan definisi pengarahan sebagai penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terhadap pra petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.
Pengarahan (directing) merupakan pengarahan yang diberikan kepada anggota organisasi, sehingga mereka menjadi karyawan yang berpengerahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah ditetapkan organisasi. Directing juga mencakup kegiatan yang dirancang untuk memberikan orientasi kepada pegawai antara lain informasi tentang hubungan antar bagian, antar pribadi, kebijaksanaan, dan tujuan organisasi.
Hal yang penting didalam fungsi pengarahan ialah bagaimana kepemimpinan berperan besar untuk memotivasi dan tentu saja mengarahkan dan mendorong kepada setiap orang yang ia pimpin untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan kapasitasnya.
Pengarahan-pengarahan dapat berupa:
1. Penjelasan tentang apa, mengapa dan bagaimana tugas;
2. Urutan prioritas penyelesaian;
3. Prosedur kerja;
4. Sarana dan sumber yang dapat dirnanfaatkan;
5. Pihak-pihak yang berkait dengan urusannya, baik langsung maupun tidak langsung; dan
6. Bagaimana melakukan penilaian terhadap penyelesaian tugas tersebut.
5)
Coordinating (pengkoordinasian)
System koordinasi pada umumnya tidak efektif karena muncul system birokrasi, dan krisis ini akan terjadi jika organisasi menjadi terlalu besar dan rumit untuk dikelola. Akan tetapi, pada pokoknya penggoordinasian menurut The Liang Gie (1983: 216) merupakan rangkaian aktifitas yang menghubungkan, menyatu padukan dan menyalaraskan orang-orang dan pekerjaan. Sedangkan Oteng Sutisna (1983: 199) merumuskan koordinasi ialah mempersatukan sumbangan-sumbangan dari orang-orang, bahan, dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud yang telah ditetapkan.
Koordinasi dapat diwujudkan dengan menggunakan cara-cara antara lain :
System koordinasi pada umumnya tidak efektif karena muncul system birokrasi, dan krisis ini akan terjadi jika organisasi menjadi terlalu besar dan rumit untuk dikelola. Akan tetapi, pada pokoknya penggoordinasian menurut The Liang Gie (1983: 216) merupakan rangkaian aktifitas yang menghubungkan, menyatu padukan dan menyalaraskan orang-orang dan pekerjaan. Sedangkan Oteng Sutisna (1983: 199) merumuskan koordinasi ialah mempersatukan sumbangan-sumbangan dari orang-orang, bahan, dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud yang telah ditetapkan.
Koordinasi dapat diwujudkan dengan menggunakan cara-cara antara lain :
Konferensi
atau pertemuan lengkap yang mewakili unit kerja;
1) Pertemuan
berkala untuk pejabat-pejabat tertentu;
2) Pembentukan
panitia gabungan jika diperlukan;
3) Pembentukan
badan kooordinasi staff untuk mengkoordinir kegiatan;
4) Mewancarai
bawahan untuk mengetahui hal penting yang berkaitan dengan tugas dan tanggung
jawabnya;
5) Memorandum
atau instruksi berantai; dan
6) Ada dan
tersedianya buku pedoman organisasi dan tata kerja.Budgeting (Penganggaran)
Dianalogikan sebagai aspek penting dalam kebutuhan sehari-hari, dimana manusia membutuhkan makanan untuk melakukan kegiatan, begitulah pentingnya fungsi pembiayaan ini.
Pembiayaan adalah kegiatan yang berisi tentang dana dan anggaran. Pembiayaan sekolah adalah kegiatan mendapatkan biaya serta mengelola anggaran pendapatan dan belanja pendidikan menengah. Kegiatan ini dimulai dari perencanaan biaya, usaha untuk mendapatkan dana yang mendukung rencana itu, penggunaan, serta pengawasan penggunaan anggaran tersebut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan itu antara lain:
- Perencanaan tentang berapa biaya yang akan diperlukan,
- Dari mana dan bagaiamana itu dapat diperoleh/diusahakan,
- Bagaimana penggunaannya,
- Siapa yang akan melaksanakannya,
- Bagaiamana pembukuan dan pertanggung jawabannya, dan
- Bagaimana pengawasannya, dll.
1.7 Motivating (Pergerakan)
Penggerakan atau istilah pembimbingan menurut the Liang Gie merupakan aktifitas seorang manager dalam pemerintahan, menugaskan, menjuruskan, mengarahkan, dan menuntun karyawan atau personnel organisasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Terry menjelaskan actuating merupakan usaha untuk menggerkan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran organisasi.
Adapun menurut Keith Davis (1972) menggerakan ialah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.
Unsur essensial dalam organisasi yaitu kebersamaan langkah maupun gerak didasarkan instruksi yang jelas untuk mencapai suatu tujuan.
Didalam menggerakkan sesuatu pastilah ada proses-proses yang mungkin dapat membantu, namun hal itu tidak lepas dari objek yang kita gerakkan tersebut, jadi tidak ada pedoman tertentu dalam penggerakkan, namun berikut ini pedoman umum yg mungkin biasa dilakukan, yaitu:
1. Motivasi kepada anak didik, bawahan, pegawai, dan sebagainya;
2. Komunikasi yang efektif;
3. Mengembangkan partisipasi aktif dikalangan pekerja;
4. Pemberian tugas yang sesuai dengan minat dan kemampuan pekerja; dan
5. Perbaikan iklim organisasi dan kondisi-kondisi pekerja.
Controlling (Pengawasan)
Kegiatan pengawasan ini dilakukan agar prilaku personalia organisasi mengarah ke tujuan organisasi, bukan semata-mata ke tujuan individual; dan agar tidak terjadi penyimpangan yang berarti antara rencana dengan pelaksanaan. Dengan demikian jelaslah controlling mencakup kelanjutan tugas untuk melihat apakah kegiatan-kegiatan dilaksanakan sesuai rencana. Melalui pengawasan yang efektif, roda organisasi, implementasi rencana, kebijakan, dan upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Pengertian pengawasan yang lebih sederhana dikemukakan oleh Johnson (1973: 74) yaitu sebagai fungsi system yang melakukan penyesuaian terhadap rencana, mengusahakan agar penyimpangan-penyimpangan tujuan system hanya dalam batas-batas yang dapat ditoleransi. Dengan denikian dapat ditegaskan bahwa sasaran pengawasan adalah prilaku individu sebagai orang-orang yang memproses lancarnya kegiatan pembelajaran dan tidak terjadi penyimpangan. Pengertian ini mengacu pada dua hal yaitu performan personnel dalam memproses obyek dan hasil pendidikan.
Menurut Terry (2003: 18) ada berbagai cara untuk mengadakan perbaikan, termasuk mengubah rencana dan bahkan tujuannya, mengatur kembali tugas-tugas atau mengubah wewenang, tetapi seluruh perubahan tersebut dilakukan melalui manusiawi.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pengawasan menurut Massie (1973) ialah:
1. Tertuju kepada strategis sebagai kunci sasaran yang menentukan keberhasilan;
2. Pengawasan menjadi umpan balik sebagai bahan revisi dalam mencapai tujuan;
3. Flexible dan responsive terhadap perubahan –perubahan kondisi dan lingkungan;
4. Cocok dengan organisasi pendidikan, misanya organisasi sebagai system terbuka;
5. Merupakan control diri sendiri;
6. Bersifat langsung yaitu pelaksanaan control ditempat pekerja; dan
7. Memperhatikan hakikat manusia dalam mengontrol para personnel pendidikan.
Pengawasan yang baik adalah yang dapat memanfaatkan profesi dan karier manusia (personnel) secara optimal yaitu:
1. Mengikutsertan mereka menentukan sasaran;
2. Menciptakan iklim ynag mendorong pengembangan diri; dan
3. Membuat mereka responsive dengan semangat yang menantang. Untuk itu perlu ada suatu system penilaian yang sistematis dan tepat yang dapat memberi gambaran seberapa singkat kualitas yang diperolah.
1.9 Evaluating (Penilaian)
Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Evaluasi mengetahui berhasil atau tidaknya suatu program, diperlukan adanya penilaian atau evaluasi. Tiap penilaian berpegang pada rencana tujuan yang hendak dicapainya, atau dengan kata lain setiap tujuan merupakan kriteria penilaian.
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan, tidak didirikan orang untuk memperoleh penghasilan, melainkan untuk memelihara dan memajukan kebudayaan. Dengan demikian penilaiaan tentang efisiensi pendidikan bukanlah untuk menentukan untung rugi secara finansial. Berhasil atau tidak berhasil pendidikan harus dinilai dari sudut keuntungan –keuntungan atau kerugian masyarakat.
Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah :
1. Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja, pekejaan tersebut berhasil;
2. Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien;
3. Memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak; dan
4. Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi.
Perlu ditekankan di sini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya, dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.
Di dalam fungsi penilaian ini terlihat kegiatan-kegiatan monitoring, kontrol, dan supervisi. Monitoring dilakukan selama berlangsung proses pelaksanaan pekerjaannya untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan. Demikian kita lihat bahwa penilaian, monitoring, kontrol dan supervisi berkaitan sangat erat dan mempunyai tujuan yang sama ialah untuk lebih memperbaiki pelaksanaan program suatu organisasi atau lembaga.
Penilaian tidak hanya mengenai hasil atau tujuan akhir seperti telah direncanakan semula. Penilaian semacam ini dalam rangka sistim instruksional disebut evaluasi sumatif. Penilaian juga dilakukan selama berlangsungnya proses kegiatan penilaian ini disebut formative evaluation. Pendek kata, penilaian itu harus dilakukan secara berkesinambungan dan mengenai segi kehidupan organisasi atau lembaga.
Dianalogikan sebagai aspek penting dalam kebutuhan sehari-hari, dimana manusia membutuhkan makanan untuk melakukan kegiatan, begitulah pentingnya fungsi pembiayaan ini.
Pembiayaan adalah kegiatan yang berisi tentang dana dan anggaran. Pembiayaan sekolah adalah kegiatan mendapatkan biaya serta mengelola anggaran pendapatan dan belanja pendidikan menengah. Kegiatan ini dimulai dari perencanaan biaya, usaha untuk mendapatkan dana yang mendukung rencana itu, penggunaan, serta pengawasan penggunaan anggaran tersebut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan itu antara lain:
- Perencanaan tentang berapa biaya yang akan diperlukan,
- Dari mana dan bagaiamana itu dapat diperoleh/diusahakan,
- Bagaimana penggunaannya,
- Siapa yang akan melaksanakannya,
- Bagaiamana pembukuan dan pertanggung jawabannya, dan
- Bagaimana pengawasannya, dll.
1.7 Motivating (Pergerakan)
Penggerakan atau istilah pembimbingan menurut the Liang Gie merupakan aktifitas seorang manager dalam pemerintahan, menugaskan, menjuruskan, mengarahkan, dan menuntun karyawan atau personnel organisasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Terry menjelaskan actuating merupakan usaha untuk menggerkan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran organisasi.
Adapun menurut Keith Davis (1972) menggerakan ialah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.
Unsur essensial dalam organisasi yaitu kebersamaan langkah maupun gerak didasarkan instruksi yang jelas untuk mencapai suatu tujuan.
Didalam menggerakkan sesuatu pastilah ada proses-proses yang mungkin dapat membantu, namun hal itu tidak lepas dari objek yang kita gerakkan tersebut, jadi tidak ada pedoman tertentu dalam penggerakkan, namun berikut ini pedoman umum yg mungkin biasa dilakukan, yaitu:
1. Motivasi kepada anak didik, bawahan, pegawai, dan sebagainya;
2. Komunikasi yang efektif;
3. Mengembangkan partisipasi aktif dikalangan pekerja;
4. Pemberian tugas yang sesuai dengan minat dan kemampuan pekerja; dan
5. Perbaikan iklim organisasi dan kondisi-kondisi pekerja.
Controlling (Pengawasan)
Kegiatan pengawasan ini dilakukan agar prilaku personalia organisasi mengarah ke tujuan organisasi, bukan semata-mata ke tujuan individual; dan agar tidak terjadi penyimpangan yang berarti antara rencana dengan pelaksanaan. Dengan demikian jelaslah controlling mencakup kelanjutan tugas untuk melihat apakah kegiatan-kegiatan dilaksanakan sesuai rencana. Melalui pengawasan yang efektif, roda organisasi, implementasi rencana, kebijakan, dan upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Pengertian pengawasan yang lebih sederhana dikemukakan oleh Johnson (1973: 74) yaitu sebagai fungsi system yang melakukan penyesuaian terhadap rencana, mengusahakan agar penyimpangan-penyimpangan tujuan system hanya dalam batas-batas yang dapat ditoleransi. Dengan denikian dapat ditegaskan bahwa sasaran pengawasan adalah prilaku individu sebagai orang-orang yang memproses lancarnya kegiatan pembelajaran dan tidak terjadi penyimpangan. Pengertian ini mengacu pada dua hal yaitu performan personnel dalam memproses obyek dan hasil pendidikan.
Menurut Terry (2003: 18) ada berbagai cara untuk mengadakan perbaikan, termasuk mengubah rencana dan bahkan tujuannya, mengatur kembali tugas-tugas atau mengubah wewenang, tetapi seluruh perubahan tersebut dilakukan melalui manusiawi.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pengawasan menurut Massie (1973) ialah:
1. Tertuju kepada strategis sebagai kunci sasaran yang menentukan keberhasilan;
2. Pengawasan menjadi umpan balik sebagai bahan revisi dalam mencapai tujuan;
3. Flexible dan responsive terhadap perubahan –perubahan kondisi dan lingkungan;
4. Cocok dengan organisasi pendidikan, misanya organisasi sebagai system terbuka;
5. Merupakan control diri sendiri;
6. Bersifat langsung yaitu pelaksanaan control ditempat pekerja; dan
7. Memperhatikan hakikat manusia dalam mengontrol para personnel pendidikan.
Pengawasan yang baik adalah yang dapat memanfaatkan profesi dan karier manusia (personnel) secara optimal yaitu:
1. Mengikutsertan mereka menentukan sasaran;
2. Menciptakan iklim ynag mendorong pengembangan diri; dan
3. Membuat mereka responsive dengan semangat yang menantang. Untuk itu perlu ada suatu system penilaian yang sistematis dan tepat yang dapat memberi gambaran seberapa singkat kualitas yang diperolah.
1.9 Evaluating (Penilaian)
Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Evaluasi mengetahui berhasil atau tidaknya suatu program, diperlukan adanya penilaian atau evaluasi. Tiap penilaian berpegang pada rencana tujuan yang hendak dicapainya, atau dengan kata lain setiap tujuan merupakan kriteria penilaian.
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan, tidak didirikan orang untuk memperoleh penghasilan, melainkan untuk memelihara dan memajukan kebudayaan. Dengan demikian penilaiaan tentang efisiensi pendidikan bukanlah untuk menentukan untung rugi secara finansial. Berhasil atau tidak berhasil pendidikan harus dinilai dari sudut keuntungan –keuntungan atau kerugian masyarakat.
Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah :
1. Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja, pekejaan tersebut berhasil;
2. Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien;
3. Memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak; dan
4. Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi.
Perlu ditekankan di sini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya, dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.
Di dalam fungsi penilaian ini terlihat kegiatan-kegiatan monitoring, kontrol, dan supervisi. Monitoring dilakukan selama berlangsung proses pelaksanaan pekerjaannya untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan. Demikian kita lihat bahwa penilaian, monitoring, kontrol dan supervisi berkaitan sangat erat dan mempunyai tujuan yang sama ialah untuk lebih memperbaiki pelaksanaan program suatu organisasi atau lembaga.
Penilaian tidak hanya mengenai hasil atau tujuan akhir seperti telah direncanakan semula. Penilaian semacam ini dalam rangka sistim instruksional disebut evaluasi sumatif. Penilaian juga dilakukan selama berlangsungnya proses kegiatan penilaian ini disebut formative evaluation. Pendek kata, penilaian itu harus dilakukan secara berkesinambungan dan mengenai segi kehidupan organisasi atau lembaga.
2.5 Ruang
Lingkup Administrasi Pendidikan
Bidang-bidang yang terdapat dalam administrasi pendidikan sangatlah banyak,
namun yang paling penting untuk diketahui oleh seorang administrator adalah
sebagai berikut :
- Bidang Tata Usaha Sekolah, meliputi :
- Bidang personalia murid, meliputi :
- Bidang personalia guru, meliputi :
- Bidang pengawasan (supervisi), meliputi :
- Bidang pelaksanaan dan pengembangan kurikulum
- organisasi dan struktur pegawai tata usaha sekolah;
- anggaran belanja keuangan sekolah;
- masalah kepegawaian dan personalia sekolah;
- keuangan dan pembukuannya;
- korespondensi atau surat menyurat;
- masalah pengangkatan, pemindahan, penempatan, laporan, pengisia buku induk, rapot dan sebagainya.
- organisasi murid;
- masalah kesehatan murid;
- masalah kesejahteraan murid;
- evaluasi kemajuan murid;
- bimbingan dan penyuluhan bagi murid.
- penganggkatan dan penempatan tenaga guru;
- organisasi personel guru;
- masalah kepegawaian;
- masalah kondite dan kemajuan guru;
- refreshing dan up-grading guru-guru.
- usaha membuktikan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing sebaik-baiknya;
- mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru, murid dan pegawai tata usaha sekolah;
- mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran;
- usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya.
- berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurukulum sekolah yang bersangkutan, dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran;
- melaksanakan organisasi kurikulun beserta metode-metodenya, disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat.
Secara singkat bidang-bidang tersebut dapat digolongkan dalam :
- Bidang administrasi material, yaitu kegiata administrasi yang mencakup bidang-bidang materi, seperti ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, alat-alat perlengkapan, dan lain-lain.
- Bidang administrasi personal, yang mencakup di dalamnya administrasi personal guru dan pegawai sekolah, dan sebagainya.
- Bidang administrasi kurikulum, yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kurikulum, penyusunan silabus, persiapan harian dan lain sebagainya.
Dr.
Hadai Nawawi menyatakan, bahwa secara umum ruang lingkup administrasi
pendidikan adalah sebagai berikut :
- Manajemen administratif, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi atau kelompok kerjasama mengerjakan hal-hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
- Manajemen operatif, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi bahan tugas masing-masing setiap orang melaksanakan dengan tepat dan benar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian panjang lebar di atas, maka penulis
dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
- Administrasi pendidikan memiliki pengertian yang tersesusun dari dua kata pokok, yakni administrasi dan pendidikan. Sehingga administrasi pendidikan adalah upaya atau proses yang dilakukan untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan.
- Adimistrasi pendidikan merupakan subsistem dari sistem pendidikan, oleh karena itu dasar-dasar dalam administrasi pendidikan harus sesuai dengan dasar- dasar pendidikan di Indonesia, yakni Idiil Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan utama.
- Dipandang secara umum tujuan administrasi pendidikan adalah untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan.
- Ruang lingkup dalam administrasi pendidikan dapat di golongkan menjadi 3 bagaian, yaitu bidang administrasi material, personal dan kurikulum.
3.2 Saran
Karena
keterbatasan waktu, pengetahuan, dan sumber-sumber yang penulis miliki, maka
penulis menyarankan untuk mencari sumber-sumber yang lebih komplek guna
mengetahui atau membuktikan dalam kehidupan real untuk meningkatkan kreatifitas
guru dalam menghadapi perkembangan zaman dan persaingan hidup yang semakin
komplek, menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkualitas.
DAFTAR
PUSTAKA
Drs. H.M. Daryanto. 2008. Administrasi
Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.Hal. 1
Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi
Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta : 2005
Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi
Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung : 2005
Daryanto, Drs. H.M Administrasi
Pendidikan, Rekaka Cipta : 2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar