kucing lucu....

kucing lucu....

Kamis, 19 April 2012


PERANAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA PENDIDIKAN

MAKALAH
diajukan untuk Memenuhi Salah satu Tugas
Mata Kuliah Profesi Keguruan

Oleh
NENENG
41032151111017









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PENDIDIKAN KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
BANDUNG
2011




KATA PENGANTAR
                                                                                      
Puji sukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang berjudul Peranan Guru Dalam Media Pendidikan. Penulis susun sebagai usaha untuk memberikan informasi tentang bagaimana seorang pendidik dalam mengajar. Dalam kehidupan masyarakat global saat ini pendidik diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman dan persaingan hidup yang semakin komplek.
Penulis berharap pendidik akan mendapat pemahaman yang tepat dan dapat mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam menghadapi persoalan zaman. Sebab sesungguhnya esensi dari pendidikan adalah menghasilkan pendidik yang beriman, bertakwa, berilmu, berpengetahuan, berakhlak mulia, dan berketerampilan sesuai dengan kebutuhan jasmani.
Melalui upaya pendidikan,mari kita melangkah menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkualitas yang dapat bersaing pada tingkat global.
Tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini yang masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif sangat penulis harapkan demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua.


Bandung, 30 Oktober 2011
                                                                                               
                                                                                                Penulis,                                                                                                           





DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ..................................................................................       i
DAFTAR ISI                                                                                                       ii
PENDAHULUAN .......................................................................................      1
            Latar Belakang ..................................................................................      1
            Rumusan Masalah ..............................................................................      2
            Tujuan Penulisan ................................................................................      2
            Manfaat Penulisan .............................................................................   2-3
Pengertian Media Pendidikan .......................................................................      4
Kaitan Guru dengan Media Pendidikan........................................................ 4-5-6
Guru Sebagai Motivator ................................................................................ 6-7-8
Kasifikasi Media Pendidikan ........................................................................   8-9
Hambatan Guru Dalam Mengajar ................................................................. 9-10
Tujuan Pembuatan Media Sederhana ............................................................    11
PENUTUP                                                                                                         12
            Kesimpulan ........................................................................................    12
            Saran                                                                                                       12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................    13

                       



PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan secara umum, merupakan suatu usaha untuk menambah kecakapan, pengertian dan sikap belajar dan pengalaman yang diperlukan untuk mementingkan kelangsungan hidup serta mencapai tujuan hidup. Usaha tersebut terdapat baik dalam masyarakat yang masih terbelakang maupun masyarakat yang sudah maju atau masyarakat yang sangat maju.
Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat ciri utama yakni adanya hubungan diantara anggotanya. Hubungan itu berlangsung sedemikian rupa, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi. Dengan kata lain antara anggota kelompok terdapat hubungan yang disebut komunikasi interaksi. Melalui berbagai bentuk komunikasi maka kelompok-kelompok masyarakat melakukan banyak kegiatan atau tingkah laku sosial sehingga tercapai tujuan-tujuan bersama.

Bentuk komunikasi itu berlaku di dalam semua bentuk hubungan sosial, baik di sekolah maupun di dalam pergaulan masyarakat yang lebih luas dan di dalam bentuk-bentuk masyarakat dengan struktur dan fungsinya masing-masing. Di
sekolah berlangsung hubungan komunikasi interaksi antara para siswa dan guru.
Untuk mencapai maksud dan tujuannya, bentuk-bentuk organisasi masyarakat itu, perlu peningkatan efisiensi dan efektivitasnya. Peningkatan efisiensi dan efektivitas tersebut sebagian bergantung kepada faktor penunjang, yakni sarana dan prasarana. Dengan perkataan lain, hubungan komunikasi interaksi itu akan berjalan dengan lancar dan mendapat hasil yang maksimal. Apabila organisasi itu berjalan dan menggunakan alat bantu, alat bantu itulah yang disebut dengan media.





Rumusan Masalah                                                                                    
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka untuk mendapatkan kejelasan suatu Karya Ilmiah dan tujuan pembahasan yang hendak dicapai sehingga penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1.      Apa pengertian media pendidikan?
2.      Bagaimana kaitan pendidik dengan media pendidikan ?
3.      Bagaimana peranan guru sebagai mediator?
Tujuan Penulisan
Setiap aktivitas manusia senantiasa diiringi dengan suatu harapan sebagai kerangka landasan untuk melangkah lebih jauh dalam membiasakan sesuatu, termasuk membuat dan menulis suatu  karya tulis yang bermutu atau berguna. Harapan tersebut terkadang manifestasikan yang pada akhirnya dalam suatu tujuan, demikian halnya dengan penulisan karya  ilmiah ini yang sasaran utamanya adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian media pendidikan
2.      Menjelaskan kaitan pendidik dengan media pendidikan
3.      Menjelaskan peranan guru sebagai mediator

Manfaat Penulisan
  1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis khususnya dan kepada pembaca pada umumnya serta menambah pemahaman terhadap manfaat dan kegunaan media pendidikan, agar kelak penulis terjun ke dunia pendidikan dalam hal ini sebagai seorang pendidik, dapat memahami dan mengambil manfaat dari metode ini
  2. Hasil penulisan ini diharapkan menjadi bahan bacaan dalam rangka meningkatkan efektifitas belajar mengajar guna memperoleh hasil yang baik dan mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan bersama.





Pengertian Media Pendidikan
Kata media berasal dari Kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak lepas dari peranan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Cara yang digunakan guru dalam kegiatan belajar mengajar lebih dikenal dengan metode mengajar. Menurut Sudjana (2002: 76) metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Berdasarkan pendapat di atas, metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran dan guru dapat berinteraksi dengan siswa sehingga tujuan dari proses belajar mengajar dapat tercapai.
Sedangkan media pendidikan adalah alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Guru harus pandai memilih metode mengajar dan media pendidikan dalam menyampaikan materi pelajaran. Djamarah (2000: 193) menyatakan bahwa salah satu dasar pertimbangan pemilihan metode mengajar adalah kelemahan dan kelebihan. Kelemahan dari suatu metode dapat diatasi dengan menggunakan media pendidikan.

Kaitan Guru Dengan Media Pendidikan
Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Tetapi, beberapa dasawarsa terakhir konsep, persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. 
Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya, juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi, terutama bidang informasi dan komunikasi, yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Dalam perkembangan berikutnya, sekaligus sebagai biasnya, guru mulai mengalami dilema eksistensial.


Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. Tidak hanya itu, sikap kearifan, kedisiplinan, kejujuran, ketulusan, kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar, melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap, memahami, mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. 

Dalam suatu proses belajar mengajar, ada dua unsur yang amat penting yaitu metode mengajar dan media pendidikan (Harjanto, 1996: 237). Kedua aspek ini sangat berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi media yang akan digunakan meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media pendidikan dalam proses belajar mengajar. Seorang guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar harus memiliki gagasan sebagai titik awal dalam melaksanakan komunikasi dengan peserta didik (Rohani, 1997: 6). Hal ini dapat ditunjukkan melalui media pendidikan. Media pendidikan yang dimaksud dapat dikatakan sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Karena itu, disamping gagasan guru, perlu diperhatikan unsur-unsur yang dapat menunjang proses komunikasi guru dengan peserta didik dalam menciptakan media pendidikan. Hal ini berarti bahwa agar proses komunikasi dapat berjalan secara efektif dan efisien, perlu mengenal tentang beberapa peranan dan fungsi media pendidikan.
Beberapa peranan media pendidikan dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:
a) mengatasi perbedaan pengalaman antara peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik. Misalnya peserta didik yang bertempat tinggal di daerah pegunungan yang belum pernah melihat lautan dapat digunakan media film, video kaset sehingga menimbulkan persepsi yang sama
b) mengatasi keterbatasan daya indra. Misalnya benda yang akan diajarkan terlalu besar dapat di lihat melalui film-strip, gambar, slide, dan sebagainya. Untuk mengatasi benda yang secara langsung tidak dapat diamati karena terlalu kecil misalnya sel, bakteri, atom dapat menggunakan mikroskop, proyektor, dan lain-lain
c) mengatasi keterbatasan waktu. Misalnya kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu dapat ditampilkan lagi dengan rekaman video atau foto
d) keterbatasan ruang. Misalnya objek yang diajarkan terlalu komplek dapat disajikan dengan model gambar
e) mengatasi peristiwa alam. Misalnya terjadinya letusan gunung berapi, pertumbuhan atau perkembangbiakan hewan maupun tumbuhan dapat menggunakan media gambar, film, dan sebagainya
f) membangkitkan minat belajar siswa yang baru dan meningkatkan motivasi kegiatan belajar peserta didik.

Guru Sebagai Mediator
Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya, guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar, disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap dan keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya.
Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja, tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat. Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Dalam hal ini pembimbing yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan, seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik, mengajar dan membimbing sebagai yang tak dapat dipisahkan.
Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas memberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan, termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa, baik perkembangan fisik maupun mental.
Peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar, sebagai Mediator.
Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material.
           
Menurut Encyclopedia of Educational Research (dalam Hamalik, 1994: 15) nilai atau manfaat media pendidikan adalah sebagai berikut:
a) meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir oleh karena itu mengurangi verbalisme
b) memperbasar perhatian siswa
c) meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap
d) memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menimbulkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa
e) menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, hal ini terutama terdapat pada gambar hidup
f) membantu tumbuhnya pengertian, dengan demikian membantu perkembangan kemampuan berbahasa
g) memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta dapat membantu berkembangnya efisiensi yang lebih mendalam serta keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

Berdasarkan pendapat di atas fungsi media pendidikan adalah dapat mempertinggi proses kegiatan belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Walaupun fungsi media pendidikan cukup penting sebagai alat dan sumber pengajaran, tapi media pendidikan tersebut tidak bisa menggantikan guru sepenuhnya, artinya media pendidikan tanpa guru suatu hal yang mustahil dapat meningkatkan kualitas pengajaran. Peranan guru masih tetap diperlukan sekalipun media pendidikan tersebut telah mewakili atau merangkum semua bahan pengajaran yang diperlukan siswa.

 Klasifikasi Media Pendidikan
Beberapa ahli mengklasifikasikan media pendidikan yang dikaitkan dengan teknologi pendidikan, pengalaman peserta didik, maupun kecanggihan media pendidikan tersebut. Namun penggunaan media pendidikan yang lebih penting pada fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pengajaran. Dalam menggunakan media pendidikan sebagai alat komunikasi khususnya dalam hubungannya dengan masalah proses belajar mengajar harus dikaitkan dengan tujuan pengajaran yang akan di capai.
Menurut Harjanto (2000: 237) ada beberapa jenis media pendidikan yang biasa digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain:
a. media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik, dan lain-lain. Media grafis sering disebut dengan media dua dimensi, yaitu media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar
b. media tiga dimensi biasanya dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model susun, model kerja, mock up, dioroma, dan lain-lain
c. media proyeksi seperti slide, film-strip, film, penggunaan OHP, dan lain-lain

Hambatan Guru Dalam Mengajar                                                                         
Dalam proses pembelajaran, sering kali terjadi hambatan-hambatan, baik yang datang dari pihak guru maupun siswa. Hambatan-hambatan tersebut secara langsung mempengaruhi suasana pembelajaran, salah satu hambatan yang sering kali mucul adalah ketika guru harus menvisualkan suatu konsep atau ide. Dalam hal ini guru membutuhkan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar karena pembahasan secara lisan tidak memuaskan siswa. Apabila sekolah tidak dapat menyediakan media tersebut, guru dapat berupaya membuatnya dari bahan- bahan sederhana.
Guru selalu dituntut mengembangkan kreativitas agar materi bisa diterima dengan baik oleh siswa. Kreativitas guru bisa terlihat ketika ia mencoba memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang bisa dijadikan suatu media didalam mata pelajarannya.
Keterbatasan yang sifatnya individual ini pada dasarnya sangat manusiawi. Namun demikian hal tersebut jangan diartikan bahwa ia boleh mengurangi target sasaran pembelajaran. Dengan segala keterbatasan yang ada merupakan tanggung jawab guru untuk tetap mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Berikut ini adalah rambu-rambu atau pedoman yang harus diperhatikan ketika kita ingin mengembangkan media dari bahan-bahan sederhana :
a. Gunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan sekolah, tempat tinggal guru dan siswa, ataupun bahan-bahan yang bisa diperoleh di toko pasar terdekat. Jika harus membeli maka perhatikan harganya. Usahakan agar bahan yang digunakan terjangkau harganya oleh guru, sekolah maupun siswa.
b. Penggunaan media yang dibuat guru hendaknya bisa meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa melalui mendengarnya.
c. Kembangkan bahan-bahan yang bisa membuat siswa berpikir kritis, mengundang siswa selalu ingin bertanya, ingin tahu, dan ingin mencari kebenaran.
d. Gunakan bahan-bahan yang bisa merujuk kepada upaya mendorong kemampuan siswa untuk memahami dan mengingat secara tegas dan jelas materi pembelajaran yang disajikan.
e. Buatlah media yang mampu memberikan kebersamaan bagi siswa dengan kondisi yang menyenangkan dalam mengikuti pelajaran.
f. Tugaskan mereka mencatat atau menuliskan setiap hal yang ia dengar, amati selama guru memanfaatkan media sederhana ciptaaanya.

Tujuan Pembuatan Media Sederhana
Berdasarkan kesadaran tentang pentingnya media sederhana yang terbuat dati bahan bekas yang terdapat di sekitar lingkungan guru dan siswa, kita dapat mencatat tiga tujuan pembuatan media sederhana yang terkait satu dengan lainnya:
a. Membangun komunitas berbasis pendidikan kreatif.
b. Membangun berbagai alternative media sederhana yang kreatif dan berkesinambungan sedemikian rupa sehingga mampu membantu anak-anak didik tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kritis, kreatif, mandiri(otonom), dan peduli terhadap orang lain dan lingkungannya.
c. Mengembangkan jaringan kerja (network) para guru dan pendidik untuk menggalang kerja sama dalam upaya mengembangkan berbagai media alternative yang kreatif, sederhana dan murah sebagai gerakan guru mandiri yang peduli lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat.




 Media Batang Lidi Sebagai Media Sederhana Dalam Upaya Peningkatan Berhitung Anak.

Media atau peraga batang lidi merupakan sarana sederhana dan murah. Pemilihan media atau peraga batang lidi dalam upaya peningkatan kemampuan berhitung anak disini sangat tepat sekali dikarenakan media tersebut mudah diperoleh. Batang lidi bisa kita dapatkan dimana saja, bisa berupa sapu ijuk atau tandan daun kelapa kering yang nantinya kita potong – potong dengan ukuran yang sama panjang.
Pemilihan batang lidi hendaknya memperhatikan segi praktisnya bagi anak yakni potongan batang lidi cukup panjangnya ( ± 10 cm ) serta dalam keadaan tumpul tidak runcing hal ini untuk menjaga keamanan bagi anak didik. Selain itu jumlahnya pun cukup memadai untuk melakukan penghitungan.





PENUTUP
Kesimpulan
Guru membutuhkan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar karena pembahasan secara lisan tidak memuaskan siswa. Apabila sekolah tidak dapat menyediakan media tersebut, guru dapat berupaya membuatnya dari bahan- bahan sederhana.
Guru selalu dituntut mengembangkan kreativitas agar materi bisa diterima dengan baik oleh siswa. Kreativitas guru bisa terlihat ketika ia mencoba memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang bisa dijadikan suatu media didalam mata pelajarannya.


Saran
Karena keterbatasan waktu, pengetahuan, dan sumber-sumber yang penulis miliki, maka penulis menyarankan untuk mencari sumber-sumber yang lebih komplek guna mengetahui atau membuktikan dalam kehidupan real untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam menghadapi perkembangan zaman dan persaingan hidup yang semakin komplek, menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkualitas.





DAFTAR PUSTAKA
 Sudjana.Media Pendidikan. Cetakan II; Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.2002
Dhamarah.Media Pendidikan. Cetakan II; Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.2000
 Harjanto. Jenis Media Pendidikan. Cetakan I; Jakarta : PT. Rineka Cipta. 2000.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar